The Experience Economy: Saat Business, Design, dan Hospitality Tidak Bisa Dipisahkan Lagi
- Raffles Jakarta

- Aug 3
- 2 min read
Saat kita berbicara tentang industri hospitality pada era ini, pandangannya sudah sangat berbeda dibanding 5 –10 tahun lalu. Jaman dahulu acuan hospitality sangat simple: kamar hotel yang bersih, makanan breakfast dan dinner enak, atau pelayanan hotel yang ramah. Tapi sekarang? We are living in an Experience Economy.
Dari boutique resort di Bali sampai high-concept restaurant atau café tersembunyi di Jakarta, batas antara hospitality, interior design, dan brand strategy itu semakin terlihat perbedaanya. Orang-orang dan khususnya generasi kita yang tidak hanya bayar buat produk atau service nya aja, tapi buat rasa, estetika, dan cerita di balik tempat itu.
Kenapa Ada Tempat yang Bikin Orang Rela Bayar Lebih?
Sempet kepikiran tidak? Kenapa banyak sekali orang bela-belain antri atau bayar mahal hanya untuk ngopi atau nginep di satu tempat tertentu? Padahal secara fungsi, kopi ya kopi, kamar ya kamar.
Jawabannya ada di detail eksekusi pengalamannya (experience design):
Spatial Narrative (Cerita Lewat Ruangan): Begitu kita masuk ke sebuah venue, pencahayaan, pemilihan material, sampai musik yang diputar itu udah ngomong duluan sebelum stafnya nyapa kita.
Service Sebagai Seni: Pelayanan kelas atas itu bukan cuma sekadar ngikutin Standard Operating Procedure (SOP) kaku, tapi tentang empati, kepekaan budaya, dan cara bikin tamu merasa "spesial" tanpa terkesan dipaksakan.
Visual & Social Currency: Komponen yang satu ini udah nggak bisa dimungkiri. Desain ruangan yang berkarakter otomatis suka membikin tamu ingin mengabadikan momen dan menulis cerita mereka di media sosial. In a way, every guest becomes a brand storyteller.
Skill Set Baru Buat Pemimpin di Industri Hospitality
Agar sebuah tempat dapat berkembang secara ikonik, hanya memiliki sebuah ide kreatif itu jelas tidak cukup. Industri ini butuh orang-orang yang bisa memadukan dua sisi otak: analitis secara operasional bisnis, tapi juga peka secara estetika dan strategi pengalaman pelanggan.
Mulai dari manajemen F&B, event planning, sampai pemahaman mendalam tentang guest psychology karena semua itu jadi kuncinya.
Jesslyn Callista Tjandra
Marketing Operation Supervisor



